DAKWAH DI RADIO ; MERAJUT UKHUWAH-MENEBAR MANFAAT

Salah satu bentuk aktualisasi diri sebagai insan muslim berilmu adalah menyebarkan kebermanfaatan ilmu tersebut dimanapun berada. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk membuat diri bisa bermanfaat bagi umat. Adapun caranya disesuaikan dengan kondisi geografis dan sosiologis tempat dimana kita berdiri. Intinya ilmu yang dimiliki bisa dirasakan manfaatnya bagi orang lain. Tentu kebermanfaatan dalam arti yang positif.

Sebagai kader Muhammadiyah yang sedang menuntut ilmu di negeri yang notabenenya bukan negara muslim, tentu silaturahmi dan kegiatan-kegiatan islami seperti siraman rohani menjadi hal yang dirindukan. Bermodal media sosial, 6 mahasiswa yang merupakan kader Muhammadiyah yang sebelumnya tidak mengenal satu dengan yang lain, dipertemukan di jagad maya. Mereka sepakat untuk menjalin silaturahmi yang lebih intensif dan mulai melakukan kegiatan yang bisa membawa manfaat. Menghabiskan waktu berjam-jam di media messenger Skype, akhirnya disepakati bahwa keenam orang ini akan mengadakan pengajian online menggunakan skype. Gayung bersambut, ketika secara tidak sengaja salah seorang mahasiswa tersebut memposting rencana aksi tersebut di jagad twitter, salah seorang administrator website Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta menawarkan memfasilitasi kegiatan tersebut melalui Radio Streaming PP Muhammadiyah. Mendapat dukungan ini, tentu ini menjadi angin segar bagi kader-kader di Taiwan yang memang sudah merindukan silaturahmi dan siraman rohani dari para ahli di bidang agama. 

22 September 2013 menjadi tanggal perdana Kajian Online Muhammadiyah Taiwan melalui media Radio Streaming. Tercatat yang menjadi pemateri perdana tersebut adalah Dr. Abdul Mu'ti yang merupakan Sekretaris PP Muhammadiyah. Dengan adanya media siar Radio Streaming, hambatan jarak dan waktu bisa ditembus. Saat itu, pemateri berada di Yogyakarta sedangkan Moderator berada di Taiwan. Selain itu, kajian ini bisa dinikmati oleh semua orang di berbagai belahan dunia dengan cukup membuka website dari radio streaming milik PP Muhammadiyah ini. Hingga Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan resmi terbentuk, tercatat tidak kurang 30 kajian telah dilaksanakan. Bahkan, kajian ini pernah diisi oleh narasumber dan moderator dari 4 negara sekaligus. Kesemuanya merupakan narasumber-narasumber kompeten yang terdiaspora di beberapa negara di dunia.

Diusianya yang sudah lebih dari setahun ini, Kajian Online Muhammadiyah Taiwan tetap memegang teguh dasar awal berdirinya kegiatan ini. Dasarnya adalah semangat berbagi ilmu dan berkegiatan bersama untuk meraih taqwa. Kegiatan ini juga merupakan bentuk aksi nyata mahasiswa dan kader Muhammadiyah untuk melaksanakan pembinaan umat dimanapun berada. Seperti diketahui, Taiwan merupakan negara ketiga terbesar di dunia untuk jumlah TKI yang mayoritas beragama Islam. Walaupun bukan negara kepulauan seperti Indonesia, namun karena jadwal kerja dan lokasinya yang berjauhan, maka sangat sulit untuk kemudian membuat sebuah forum silaturahmi tatap muka langsung. Sehingga, penggunaan media syiar radio streaming ini menjadi alternatif yang tepat untuik bersama-sama belajar ilmu dan membina persaudaraan antar muslim/muslimah. Pola pembinaan umat melalui siaran radio streaming seperti ini terbukti cukup efektif. Dimulai dari siaran radio streaming, PCIM Taiwan kemudian membuka kelas-kelas belajar membaca Al quran dan tajwid bagi para BMI (Buruh Migran Indonesia ; Istilah lain untuk tenaga kerja Indonesia di luar negeri). Ini didasarkan dari tingginya animo pendengar yang merequest agar ada kajian lain selain kajian online yang membahas tema umum. Sehingga disepakati PCIM Taiwan membuka kelas-kelas belajar kecil menggunakan media Skype

Seiring semakin majunya teknologi informasi yang ada, PCIM Taiwan dihadapkan pada tantangan untuk terus berinovasi dan berkreasi agar pola pembinaan umat di Taiwan tidak stagnan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menciptakan kondisi dimana para pendengar bisa menikmati siaran kajian online Muhammadiyah Taiwan tanpa harus membuka website radio. Ini disebabkan proses streaming melalui website di HP memakan waktu lebih lama dibanding mendengarkan streaming yang dibuka melalui komputer. Selain itu, PCIM Taiwan juga dihadapkan pada tantangan untuk bisa menciptakan Radio streaming sendiri agar bisa lebih mandiri dan tidak merepotkan banyak pihak. 

4 November 2014, PCIM Taiwan secara resmi memiliki media syiar sendiri dengan nama Radio Surya Formosa. Berselang 2 hari, PCIM Taiwan juga melaunching aplikasi Radio Surya Formosa untuk para pengguna HP dengan system operasi Android. Namun masih perlu banyak perbaikan guna memaksimalkan media ini untuk pembinaan umat. Baik dari sisi jadwal siaran / ceramah, maupun dari sisi infrastruktur pendukung seperti pengembangan aplikasi agar bisa juga dipakai di HP dengan basis system operasi yang lain. Selain itu, rencana pengembangan aplikasi android ini juga meliputi konten dari aplikasi tersebut. Direncanakan dalam kurun waktu 1 tahun kedepan, akan ada kalender Muhammadiyah, majalah online Surya Formosa, kalkulator zakat, kutipan ayat dan hadits mingguan hingga menu untuk berzakat serta bersodaqah melalui LAZISMU Taiwan di aplikasi android tersebut. Ini merupakan tantangan dan cita-cita jamaah Muhammadiyah di Taiwan untuk bisa menikmati siaran radio streaming Islami dengan kajian-kajian berkualitas dari pemateri-pemateri yang berkompeten di bidangnya dari berbagai penjuru dunia serta mempermudah untuk mengakses informasi-informasi tentang Islam melalui HP.

Apa yang sudah dilalui dan apa yang diharapkan di masa yang akan datang membuktikan bahwa inovasi dalam dakwah mutlak dan penting dilakukan seiring dengan kemajuan zaman. Pembinaan umat bisa dilakukan tanpa harus terhalang oleh adanya keterbatasan jarak ruang dan waktu. Pembaharuan-pembaharuan dalam metode dakwah dan pembinaat umat harus mengikuti perkembangan zaman apabila jika tidak mengikutinya maka itu yang justru akan tergilas oleh kemajuan zaman. Islam adalah agama yang mengajarkan umatnya untuk senantiasa berbagai ilmu dan menebarkan kebermanfaat dimanapun ia berada, karena inilah kodrat manusia yang sesungguhnya yang tercantum dalam Al Baqarah ayat 177. Semoga kedepan, kita bisa menjadi manusia-manusia yang terus berinovasi untuk terus bermanfaat menebar kebaikan bagi manusia lainnya. Semoga !

Bengkulu, 8 November 2014

dR.

*Sumber gambar : 1 dan 2
*Penulis merupakan Koordinator Majelis Organisasi dan Kaderisasi PCIM Taiwan ; Pengajar di FE Univ. Muhammadiyah Bengkulu

Share:

0 komentar