MAAF


Semua ini bukan tentang siapa yang salah, siapa yang benar
Semua ini bukan tentang siapa yang pintar, siapa yang bodoh
Karena kusadar bahwa semua kebenaran manusia adalah relatif
Tak ada yang hakiki kecuali kebenaran akan Tuhan

Ini semua tentang bagaimana aku ingin mengubahmu menjadi lebih baik

Benar adanya ketika kata-kata lebih tajam dari pedang
Luka akan sebuah kata mungkin lebih perih dari luka akan pedang
Tapi ini bukan semata untuk menyakitimu

Aku memang bodoh, tak bisa membaca aura itu
Aku hanya seorang buruh tulis yang hanya tau memainkan kata demi kata
Bukan maksud untuk menganiaya hatimu
Ketika aku bertutur

Ketika aku ingin kamu lebih baik, aku mengatakannya lewat permainan kata
Bukan kata-kata manis
Karena mulut ini tak pandai bermanis-manis kata

Kataku memang kadang tajam dan kasar
Tapi dibalik itu semua, ada maksud terselip akan niat tulusku
Aku ingin kamu menjadi lebih baik

Bahwa aku tak bisa berterusterang akan maksud hatiku
itulah kebodohanku
Tapi setulus hatiku aku ingin kau menjadi lebih baik
Karena kau calon permaisuri hati
Aku memang kadang egois dan dingin
Tapi kau yang mengajarkanku akan senyum dan ceria

Tapi sungguh aku bersyukur dengan lakon ini semua
Tuhan mengatur ini semua dengan maksud lain
Aku yakin bahwa semua ini akan berakhir manis

Kamu, Aku, dan semua asa itu masih terbenam dalam benak ini

Aku ingin engkau sempurna
Aku ingin engkau menjadi purnama penerang hati
Yang mampu menjadikan gelapnya hati ini terang benderang
Guna menjalani kewajiban ummat nabi dalam naungan ridho Illahi

dR.
#Dari ujung kamar Wisma Al-Azhar

Share:

0 komentar