FACEBOOK dan YAHUDISASI

Facebook yang saat ini menjadi salah satu "social network" terbesar di dunia memiliki banyak misteri. Satu diantaranya adalah hubungan antara agama si pembuat Facebook yaitu Mark Zuckerberg dengan content Facebook itu sendiri yang bernama "Wall / Tembok".

Dalam hipotesa yang saya ajukan ada kaitan erat antara Facebook, Mark Zuckerberg, dan Yahudisasi (gerakan untuk mengarahkan orang kepada kebiasaan kaum Yahudi). Dalam menjelaskan hal ini, saya mencoba meminjam Teori Konspirasi. Berdasarkan teori ini, sebuah kejadian atau fenomena adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. 

Facebook menamakan contentnya dengan nama "Wall /  Tembok" sudah tentu bukan tanpa alasan. Tapi mengapa harus "Wall / Tembok"? 


Berdoa di tembok ratapan

Dalam tradisi Yahudi dikenal tradisi untuk meratapi dosa-dosa, berkeluh kesah, dan berdoa pada sebuah tembok / Wall. Tembok ini dikenal sebagai Tembok Ratapan. Awalnya tembok ini merupakan Tembok Bait Solomon yang panjangnya mencapai 400 meter yang dibangun oleh Raja Solomon yang dalam kepercayaan mereka merupakan salah satu nabi mereka. Tembok ini kemudian runtuh ketika bangsa Yahudi diserang oleh tentara Romawi pada 70 Masehi. Namun Tembok bagian barat tidak runtuh ketika penyerangan tersebut, ini karena menurut mereka di tembok inilah bersemayam Mesiakh atau Tuhan bangsa Yahudi. Sehingga berdoa dan mengeluh di tembok ini sama dengan berdoa langsung kepada Tuhan.

Dan saat ini, tembok tersebut dipergunakan oleh bangsa Yahudi sebagai titik magis untuk berdoa, mengeluh dan meratapi dosa-dosa mereka. Dalam tradisi yang berkembang kemudian adalah mereka [bangsa Yahudi] menyelipkan surat-surat permohonan mereka kepada Mesiakh (Tuhan) agar doa mereka terkabul.  Lalu apa hubungannya dengan Facebook?Saat ini Facebook tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk ajang silaturahmi, namun juga sebagai tempat mencurahkan hati, perasaan serta berdoa. Orang lebih gemar meng-update perasaan yang sedang mereka rasakan saat itu di Facebook. Selain itu, saat ini orang-orang lebih gemar berdoa di Facebook dibanding dengan aksi nyata untuk berdoa kepada Tuhan seperti Sholat di masjid bagi yang muslim, sembahyang di Gereja bagi kaum Nasrani, berdoa di Vihara bagi umat Hindu. Orang akan lebih senang menulis apa yang sedang mereka pikirkan, apa yang mereka harapkan, apa yang mereka cita-citakan, dan apa yang menjadi doa mereka di Facebook.

Apakah ini tidak sama dengan tradisi Yahudi di Tembok Ratapan? Jawabannya adalah iya, sama. Walaupun saat ini banyak juga masyarakat yang menggunakan Facebook sebagai ajang bisnis, dakwah dan sebagainya, namun persentase antara yang mengeluh dan berdoa dengan yang bisnis serta dakwah sangat jauh berbeda. Masih banyak yang menggunakan Facebook sebagai ajang curhat keluh kesah dan berdoa.

"Silahkan anda cek status dalam friend list anda"

Lalu apa hubungan antara Facebook, Mark Zuckerberg dan Yahudisasi? Berdasarkan beberapa artikel dan sumber informasi, Mark Zuckerberg yang merupakan pendiri dan pembuat Facebook [walaupun dia tidak sendiri, namun yang dominan adalah Mark] dibesarkan dalam keluarga Yahudi. Sebagai bukti bahwa dia adalah pemeluk Yahudi yaitu Mark melakukan Bar Mitzvah pada umur 13 tahun. Bar Mitzvah adalah upacara tradisi Yahudi yang dilakukan guna menyambut seseorang yang akan tumbuh dewasa. Tradisi ini rutin dilakukan oleh setiap pemeluk Yahudi di seluruh dunia.

Mark tentunya menciptakan content Wall di Facebook bukan tentu tanpa alasan. Sebagai seorang Yahudi [walaupun beberapa sumber mengatakan bahwa saat ini Mark mengaku sebagai Ateis] ini merupakan salah satu "langkah dakwah" mereka untuk me-Yahudisasi seluruh orang di dunia. Data yang ditunjukkan pada kwartal pertama tahun 2011, ada 600 juta penduduk di seluruh dunia yang mengakses Facebook. Dan setiap tahun jumlah pengguna aktif Facebook terus meningkat.

Berdasarkan teori konspirasi yang saya pinjam diatas, dapat saya simpulkan bahwa Facebook merupakan salah satu media gerakan dakwah Yahudisasi. Entah itu Illuminati (organisasi rahasia milik Yahudi) maupun kelompok Freemason (Kelompok sekuler yang diidentikkan dengan Yahudi dan Zionisme karena menggunakan Bait Solomon sebagai simbol).Mungkin saya juga merupakan salah satu pengguna aktif Facebook, namun ada baiknya mulai sekarang kita lebih bijak menggunakan Facebook. Toh, ketika kita meng-update curahan hati maupun doa terkadang itu justru "mengkotori" dan membuat Spam Beranda Facebook teman kita. So, mari menjadi pengguna Social Network yang cerdas, kritis, dan bijak.

Salam.....

dR. 

nb :
- Maaf kalau sudah banyak tulisan mengenai ini
- Tulisan ini hanya mencoba menarik tema dari sudut pandang Teori Konspirasi
- Maaf kalau ada yang tersinggung

Share:

0 komentar