SUDAHKAH KITA BERSYUKUR DAN BERTERIMAKASIH [?]

Jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Segera setelah mematikan laptop yang telah 6 jam dipakai untuk menyelesaikan satu makalah, tiba-tiba ponsel berdenting.
"Ting", sebuah penanda bahwa ada pesan masuk melalui salah satu media sosial yang terpasang di ponsel cerdas buatan China ini.

"Assalamualaikum, selamat malam bapak. Bagaimana kabarnya pak? Mohon maaf mengganggu waktu istirahat bapak. Saya ingin memberitahukan bahwa siang tadi saya sudah melalui sidang skripsi dan dinyatakan lulus. Alhamdulillah. Saya hanya ingin mengucapkan terimakasih banyak atas semua ilmu dan nasehat bapak yang diberikan kepada kami, terutama saya, sehingga saya bisa sampai pada tahap ini. Saya sedih tidak bisa menemui dan mengabarkan kabar ini secara langsung kepada bapak karena perihal jarak, saya hanya bisa memberitahu bapak melalui media sosial. Tanpa mengurangi esensi, maksud, dan tujuan, sekali lagi saya mengucapkan banyak terimakasih atas apa yang telah bapak ajarkan. Semoga ini menjadi tabungan kebaikan untuk bapak. Salam untuk ibu ya pak. Wassalam"

Sejenak saya terdiam membaca pesan dari salah satu mahasiswa ini. Mata ini menerawang jauh ribuan kilometer, mencoba mengais-ngais sedikit memori tentang kebersamaan bersama mereka. Ya, mereka yang senantiasa mengeluh susah dan sulit serta tak ada senyum ketika deretan rumus statistika ditulis dan dijelaskan di papan putih. Ah..... Sudah 2 tahun lamanya ternyata !!!

***

Bagi mereka yang sungguh-sungguh memaknai pekerjaan mengajar sebagai sebuah perjalanan spiritual untuk sebuah tanggungjawab moral dan intelektual, tentu tidak pernah sedikitpun terbersit mengharap imbalan materi apalagi hanya sebuah pujian dari mahasiswa atau peserta didik. Sebagai pengajar, ini adalah sebuah balas budi kepada Sang Khalik yang telah memberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi.

Ilmu tidak akan berkembang tatkala hanya dipendam. Ilmu tak akan hilang tatkala disedekahkan. Ilmu juga tak akan berkurang tatkala diajarkan. Namun ilmu justru akan membawa manfaat saat ia mampu membuat manusia lainnya menjadi lebih berarti.

Bagi sebagian orang, sebuah ucapan terimakasih tidak lebih dari 2 suku kata tanpa makna. Kalaupun ada, ia hanya sebagai ekspresi semata. Namun, bagi sebagian yang lain, ucapan terimakasih justru memiliki makna dan pesan mendalam terhadap lawan bicara. Terimakasih adalah bentuk syukur terhadap sesuatu hal.

Dalam kajian ilmu Psikologi Positif, terdapat satu konsep yang cukup menarik untuk dikuliti lebih lanjut, yaitu konsep gratitude. Konsep gratitude adalah konsep bersyukur secara horizontal (sesama manusia). Di dalamnya telah disebutkan bahwa salah satu fungsi dari gratitude adalah bahwa gratitude berfungsi sebagai barometer penentu moral. McCullough (2001), seorang peneliti yang telah banyak meneliti mengenai fenomena bersyukur mendefinisikannya sebagai detektor yang mengingatkan seseorang secara emosi, bahwa mereka telah mendapatkan keuntungan dari pertolongan orang lain dan Tuhan. Menurutnya, saat seseorang bersyukur atas pertolongan orang, biasanya empat hal ini yang mereka pikirkan: 
  • harga yang harus dibayar oleh si pemberi kepada penerima
  • nilai pemberian tersebut
  • niat baik pemberi, 
  • relasi pemberi kepada penerim biasanya, pertolongan yang diberikan oleh seseorang yang sebenarnya tidak punya kewajiban untuk membantu akan membuat rasa syukur penerimanya lebih besar

Ilustrasi Berterimakasih (Sumber : Pixabay)

Menurut Fluhrer (2010) bersyukur itu berbeda dari menghargai (appreciation). Saat seseorang mendapatkan sesuatu dari orang lain bisa saja dia menghargai pemberian itu tanpa merasa bersyukur. Tapi jika dia bersyukur, sudah dipastikan dia memberi penghargaan terhadap pemberian. Perasaan bersyukur juga berbeda dari perasaan memiliki kewajiban (obligation). Singkatnya, kalimat “saya harus membalas kebaikanmu” memiliki rasa yang beda dengan kalimat ”Saya bersyukur atas bantuanmu”, walaupun di masa depan orang yang mendapat bantuan sama-sama akan membalas kebaikan yang didapatkan. Perasaan memiliki kewajiban untuk mengganti pertolongan orang lain lebih dekat perasaan negatif dan tidak nyaman. Sementara perasaan bersyukur biasanya dihubungkan dengan kesejahteraan dan perasaan bahwa hidup terasa utuh.

Setidaknya ada 3 komponen dari gratitude itu sendiri dalam pandangan para ahli, yaitu :
  • Rasa Hangat dari penghargaan untuk sesuatu atau seseorang, meliputi perasaan cinta dan kasih sayang
  • Rasa syukur sebagai sebuah emosi moral dimana dapat menggerakkan seseorang  untuk  memperhatikan  orang  lain  atau  mendukung  ikatan sosial yang suportif.
  • Perasaan yang baik/ niat baik. Niat baik juga sering di sebut motif moral (moral motive) yaitu rasa syukur atau berterima kasih mendorong seseorang untuk bertindak timbal balik terhadap orang lain yang membantunya secara langsung (direct reciprocity)atau pun hal lain (Upstream reciprocity)

Contoh paling dekat dan paling mudah adalah bersyukur dengan cara banyak berterimakasih kepada siapapun (apapun) yang telah berjasa kepada kita (mengucapkan terimakasih = moral). Katakanlah kepada orang tua, atau teman yang telah membantu kita, kita akan sangat rela untuk mengucapkan terimakasih sebagai bentuk rasa syukur atas keberuntungan yang kita peroleh. Maka, ketika orang yang berbaik hati kepada kita tersebut membutuhkan pertolongan, maka kita akan dengan senang hati memberi pertolongan kepada orang tersebut. Lebih jauh, jika berpedoman pada salah satu contoh di atas, maka menurut konsep gratitude, salah satu hal yang dapat mendorong atau memotivasi manusia untuk menolong orang lain adalah karena dia merasa pernah memerlukan pertolongan itu pada orang yang ditolongnya. Ada proses timbal balik moral di dalam konsepnya. Dan jelas hal tersebut merupakan hubungan yang bersifat horizontal.

Lalu bagaimana caranya agar kita senantiasa terpikir untuk bersyukur dan berterimakasih?

Ada empat langkah sederhana dengan menggunakan pendekatan kognitif perilaku untuk belajar bersyukur, yaitu :
  • Mengenali  pikiran-pikiran  tidak  bersyukur  atau  tidak  berterima  kasih (identify nongrateful thought)
  • Merumuskan pikiran-pikiran yang mendukung rasa syukur (formulate gratitude-supporting thought)
  • Menggantikan  pikiran-pikiran  tidak  bersyukur dengan  pikiran-pikiran yang mendukung rasa syukur (substitude the gratitude-supporting thought for non grateful thought)
  • Menerjemahkan  perasaan  dalam  diri  menjadi  perilaku  yang  tampak (translate the inner feeling into outward action)

***

Sejurus kemudian, saya termenung dengan deretan kalimat penjelas seperti yang saya tulis diatas. Chat dari mahasiswa saya itu mungkin tidak saja sekedar sebagai ungkapan rasa syukurnya atas apa yang ia dapat. Lebih dari itu, toh nyatanya chat tersebut justru mengingatkan saya untuk senantiasa berterimakasih dan mensyukuri atas apa yang saya peroleh tiap detiknya. Berterimakasih kepada Sang Pencipta, keluarga, maupun orang lain. Sebagai orang yang percaya akan adanya hari setelah kematian, tentu bersyukur dan berterimakasih adalah bagian tak terpisahkan dari rangkaian ibadah yang telah diperintahkan dalam bait-bait suci firman-Nya. Lagian, berterimakasih dan bersyukur juga merupakan bagian dari membangun hubungan baik kepada sesama manusia Karena kita dalam hidup akan selalu membutuhkan lingkungan social dimana manusia akan selalu berhubungan dengan manusia lainnya. Jadi, sudahkah anda bersyukur dan berterimakasih hari ini?
"Orang yang paling bersyukur kepada Allah adalah mereka yang paling bersyukur kepada manusia" (HR. Al Bayhaqy)

Share:

6 komentar

  1. betul mas, kadang orang hanya sebatas melunasi kewajiban moral saja dgn berterima kasih. bersyukur buat saya lebih ke kewajiban spiritual yg keduanya harusnya sih balance, ya.. masih belajar :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih.

      Terkadang menyeimbangkan antara "kewajiban sosial" dan spiritual ini yang terlupa. Kita banyak melakukan kebiasaan kewajiban sosial tapi tidak menggali makna spiritual dari kebiasaan tersebut.

      Semoga kita senantiasa terus belajar untuk memperbaiki perilaku kita dalam hubungan horizontal maupun vertikal :)

      Hapus
  2. sangat bermanfaat mas artikelnya , bantu situs saya juga mas https://hiddentricksfl.blogspot.co.id/

    BalasHapus