BEBASKAN AKU DARI PENJARA !


Aku ingin bebas ! Kata itulah yang selalu terngiang-ngiang dalam telingaku dikala malam menjemput dan siang menanti.
Entah kenapa kata itu selalu hadir dikala kesunyian melandaku. Namun itu mungkin adalah suara hatiku yang menggambarkan kondisiku sekarang ini. Aku hidup di zaman modern seperti sekarang ini, namun aku serasa hidup di penjara.
Semua hal mengenai diriku diatur oleh semua orang. Ingin rasanya aku berkata kepada mereka “Aku sudah besar”.

Dari kecil memang aku sudah hidup dalam berkecukupan dan dianak emaskan oleh mereka. Tapi dibalik itu semua, hatiku menjerit pedih menginginkan kebebasan. Dari aku mulai SD sampai SMA, aku selalu diatur oleh mereka.

kamu harus disini SD nya, SMP nya disini, kemudian SMA disini
Ah..... seperti anak kecil saja aku selalu diatur oleh mereka.

Kami 2 perempuan bersaudara. Ya, kami 2 bersaudara namun tampak sekali kami ini seperti anak tunggal yang selalu diprotect. Bahkan terkadang proteksi itu sampai overprotective sampai membuatku malu dan tidak bisa apa-apa.
Naik motor saja aku tidak bisa. Ketika aku ingin belajar mengendarai motor mereka melarangku dengan alasan takut terjadi apa-apa denganku. Ingin mati saja aku ketika sampai sekarangpun aku tidak bisa mengendarai motor. Apalagi sekarang dengan aktivitasku yang harus mobile sana-sini, aku semakin muak dengan keadaanku sekarang ini.


Aku ingin seperti kupu-kupu yang terbang bebas kesana kemari. Yang tak perlu susah payah harus keluar dari sangkar.

Aku ingin bebas........................
Suara itu semakin berdegup kencang dikala aku menginjak bangku kuliah. Keinginan kuat akan rasa kebebasan itu semakin menjadi-jadi.
Aku menolak semua tawaran dari mereka untuk kuliah di Universitas A dan Universitas B.

Aku ingin menciptakan masa depan ku sendiri.
Bukan oleh mereka, bukan oleh dia, tidak oleh siapa-siapa.
Tapi oleh diriku sendiri.
Aku ingin menjadi apa yang menurutku baik bagiku.

Aku memilih Universitas yang jauh dari mereka, harapannya aku bisa memperoleh kebebasan yang selama ini aku cari. Tapi sama saja, walaupun aku sekarang jauh, keadaan justru semakin buruk. Lingkungan dan teman-temanku seolah serempak menertawakan keadaan ku. Mereka seakan tidak mau bersahabat denganku. Aku semakin putus asa dengan diri ku sekarang.

Aku semakin tersiksa manakala aku pulang ke rumah selalu kesepian dan kehampaan yang aku dapati. Semua sibuk dengan urusannya masing-masing. Yang aku pinta hanya satu, keakraban dan suasana nyaman dengan seluruh keluarga. Aku pulang bukan karena apa, tapi karena aku sudah jenuh dengan keadaan disana, dan aku ingin semua itu hilang tatkala aku di rumah. Tapi semua itu hanya impian semata. Semuanya tetap sibuk dengan urusan masing-masing.
Ingin ku berteriak sekeras-kerasnya, namun teriakan itu seakan tertahan di tenggorakan ini.

“Oh Tuhan, sekarang bukan zaman Siti Nurbaya lagi, tapi kenapa aku masih saja diatur”.
“Oh Tuhan, aku serasa dipenjara oleh keadaan ini, bebaskan aku Tuhan dari keadaan ini”.


Aku seorang muslimah yang memegang teguh ajaran agamaku. Aku tidak mau bersentuhan dengan yang bukan muhrim ku. Karena aku takut akan laknat yang sudah dijanjikan oleh Tuhan di dalam firman-Nya. Tapi semua orang justru beranggapan sebaliknya. Mereka berpikiran aku adalah seorang perempuan sombong yang sok ‘alim. Alhasil, mereka tidak mau bergaul denganku. Ditambah selama ini aku tidak mau bergaul luas dengan laki-laki. Hanya beberapa saja. Ini semakin menyiksaku dikala mereka mengatakan aku adalah pemilih dalam berteman. Tidak mau bergaul dengan sembarang orang.
“Ah...... siksaan apalagi ini” teriakku dalam hati.

Aku ingin bebas..................
Mungkin itu hanya impian semata yang tidak mungkin aku gapai.
Tapi aku yakin bahwa apa yang aku pilih dan aku lakukan sekarang adalah yang terbaik untuk ku.

* nuwun buat Kamu
** Gambar 1 dari sini
*** Gambar 2 dari sini

dR.

Share:

0 komentar