KARENAMU TEMAN

Karena mu kawan,,,,,
Aku bisa seperti saat ini.

Karena mu kawan,,,,,
Aku nimbrung di sebuah lembaga penyelenggara pemilu kampus.
kalau dahulu kamu tidak mendoktrin ku dengan doktrin mu yang masih selalu ku ingat yaitu Bagaimana kita harus bisa berdiri diatas semua golongan, tidak memihak ke salah satu golongan, mungkin aku sekarang sudah terperanjak ke salah satu "golongan".
Saat ini aku bisa merasakan bagaimana "nikmatnya" menjadi seorang yang netral, tidak membawa "cap/stempel" di belakang ku ketika aku melangkah kemanapun juga.
Aku bisa dengan leluasa masuk kesana kesini.
Tanpa harus khawatir aku di cap sana-sini.

Karena mu juga aku bisa terpacu untuk membuat sebuah lembaga penyelenggara pemilu yang bersih, good management, berpengaruh, dan memiliki gengsi.
Dulu jika kamu tidak menantang ku untuk membuat sebuah pelaksanaan pemilu yang demokratis, mungkin aku tidak akan seperti sekarang.

Sekarang aku bisa mengenal bagaimana kondisi geopolitik di kampus kita tercinta.
Dari mulai ideologi "kiri" sampai ideologi "kanan".
Dari yang mulai capres "arogan" sampai yang capres "sendiko dawuh"

Banyak hal aku belajar darimu.
Doktrin-doktrin mu membawa ku kearah yang lebih baik dan membuat ku berani untuk melangkah ke arah yang boleh dikatakan "radikal".
Namun dibalik ke "radikal" an nya, aku belajar bagaimana orang-orang memahami arti hidup ini.
Orang banyak menyepelekan golongan-golongan ini, tapi menurut ku mereka sebenarnya adalah orang-orang cerdas yang menuntut sebuah idealisme yang siap mengancam siapaun yang bertindak sewenang-wenang dan merugikan.

Terima kasih, karena kamu aku belajar bagaimana memaknai hidup ini.
Aku ingin belajar banyak hal lagi dari mu, tapi mungkin ini saat nya aku mencerna dan memaknai ini semua dan mengaplikasikan nya ke kehidupan sebenarnya.

Terimakasih kawan,,,,,
Sukses untuk kehidupan mu.......

dR

Share:

2 komentar

  1. banyak hal yg dengan mudah bisa kita baca, kita tulis, kita runtut pun tuntut. tapi jangan salah, banyak hal juga yg tam mungkin kita mampu dan bisa merunut juga menuntutnya.

    semua ada, semua bisa, semua mampu. asal nurani ini sadar dan mengakui apa yg ada didepan mata, apa yg ada bukan atas realita dan bukan berarti dengan hanya berucap YA.

    heehee... mampir ya diplomasikopi.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahasa Nurani lebih asli dari hati walau terkadang sulit kanggo dilakoni.

      Siipp...... Segera mampir :)

      Hapus