COVID 19, VAKSIN, DAN LITERASI KESEHATAN

Beberapa tahun yang lalu, di Indonesia sempat geger isu soal halal haram penggunaan vaksin meningitis, karena katalisator pembuatan vaksin maupun salah satu komponen penyusun vaksin adalah terbuat dari hewan yang diharamkan, seperti babi. Pihak-pihak yang pro maupun kontra masing-masing memiliki argumentasinya sendiri. Para ulama saling silang pendapat mengenai hukum fiqih vaksin ini. Namun, terlepas dari pro kontra ini, vaksin memiliki peran penting di masa sekarang sebagai upaya untuk menjaga diri serta kelangsungan hidup manusia.

Apa itu vaksin?

Vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk daya tahan tubuh. Vaksin dapat merangsang tubuh agar menghasilkan antibodi yang dapat melawan kuman penyebab infeksi. Vaksin mengandung virus atau bakteri, baik yang masih hidup maupun yang sudah dilemahkan. Vaksinasi dapat diberikan dalam bentuk suntikan, tetes minum, atau melalui uap (aerosol).

Apakah vaksinasi sama dengan imunisasi?

Fenomena yang terjadi di masyarakat, orang sering mengartikan sama vaksinasi dan imunisasi. Dua kata itu sama-sama diartikan sebagai tindakan di dunia medis yang bertujuan untuk mencegah orang sakit. Tetapi sebenarnya vaksinasi dan imunisasi mempunyai arti yang berbeda, meskipun mempunyai tujuan yang sama yaitu mencegah agar tubuh tidak sakit. Vaksinasi sendiri berasal dari bahasa latin “vacca” yang berarti sapi. Menggunakan kata sapi, karena pada awalnya, vaksinasi dibuat untuk memberikan kekebalan kepada binatang sapi yang terinfeksi oleh virus cacar sapi. Pada perkembangannya, vaksinasi bukan hanya diberikan kepada binatang, tetapi juga kepada manusia. Pada manusia, vaksinasi juga dimaksudkan untuk memberikan kekebalan kepada tubuh manusia. Berbeda dengan imunisasi, vaksinasi pada dasarnya adalah memasukkan zat asing berupa bakteri dan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh.

Ilustrasi Vaksinasi


Manfaat Vaksin

Vaksin dapat merangsang tubuh untuk membentuk antibody terhadap penyakit tertentu. Virus atau bakteri aktif sebelumnya dilemahkan di proses produksi, kemudian diberikan melalui suntikan atau oral ke tubuh manusia. Tubuh akan menganggapnya sebagai benda asing. Kemudian tubuh akan membentuk antibody tersendiri melawan virus atau bakteri yang telah dilemahkan tersebut. Harapannya, tubuh menjadi lebih kebal terhadap virus atau bakteri tertentu sehingga tubuh kita akan senantiasa sehat.

Corona dan Vaksin

Di tengah pandemic covid 19 seperti saat ini, semua negara berlomba membuat vaksin agar wabah ini segera usai. Dalam prosesnya, pembuatan vaksin tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang tidak sebentar. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menciptakan sebuah vaksin untuk penyakit tertentu yang aman untuk manusia. Di saat normal, pengembangan vaksin memerlukan waktu hingga 5 tahun hingga akhirnya siap untuk diproduksi secara massal. Namun di tengah situasi pandemic seperti ini, semua negara berlomba agar proses panjang ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Dan terbukti, hingga saat ini setidaknya sudah ada 30 an vaksin yang sedang dalam tahap uji.

Beberapa pihak meyakini bahwa pandemic covid 19 ini akan berhenti / mereda ketika vaksin ditemukan. Sejarah telah mencatat bahwa penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh virus hingga menyebabkan pandemic lebih efektif dijinakkan ketika virus ditemukan, seperti wabah flu spanyol yang menjadi wabah selama 3 tahun di dunia. Jika saat ini covid 19 dinilai sebagai penyakit yang ganas dan mematikan, maka bisa jadi setelah vaksin ditemukan, maka covid 19 akan menjadi seperti penyakit biasa lain yang ditimbulkan oleh virus. Virus ini akan tetap ada, namun tingkat keganasannya bisa kendalikan. Oleh karena itu, keberadaan vaksin di masa kini merupakan sebuah keniscayaan sebagai upaya agar kelangsungan hidup manusia bisa terus diupayakan.

Tingkat literasi vaksin dan kemajuan teknologi informasi

Saat ini, setiap orang memiliki akses ke gawai masing-masing yang juga terhubung dengan internet. Setiap orang bisa dengan mudah mencari informasi tentang covid 19, vaksin, maupun info lain seputar vaksinasi. Mereka tinggal memasukkan kata kunci di mesin pencari dan mesin mencari akan menyajikan banyak sumber mengenai kata kunci yang mereka masukkan.

Salah satu portal informasi yang menyajikan informasi-informasi seputar kesehatan, penyakit, maupun vaksinasi adalah website halodoc.com. Website ini cukup lengkap menyajikan informasi seputar kesehatan, informasi klinik dan rumah sakit, hingga menawarkan telemedicine dengan berbagai dokter umum maupun spesialis. Selain dalam bentuk website, mereka juga menyajikannya melalui aplikasi di ponsel pintar. Sehingga membuat penggunanya semakin nyaman.

Dengan adanya website semacam halodoc.com dan lainnya, memberikan manfaat meningkatkan literasi warganet terhadap informasi terkait kesehatan. Sehingga diharapkan masyarakat bisa lebih aware dengan kesehatannya. Bahkan, melalui website halodoc juga, kita bisa mencari tempat-tempat / klinik dan rumah sakit yang membuka layanan tertentu. Ini sangat penting apalagi di masa wabah saat ini tentu riskan mendatangi tempat tersebut satu persatu. Sebagai contoh, jika kita ingin mencari informasi seputar klinik yang menawarkan vaksinasi di kota Medan, maka cukup ketikkan vaksin medan di kolom pencarian. Maka akan muncul banyak klinik yang telah terindeks di database halodoc yang menawarkan layanan vaksinasi.

Kedepan, ketika vaksin covid 19 telah ditemukan, maka keberadaan portal-portal informasi seperti ini akan sangat dibutuhkan. Selain praktis juga memudahkan kita agar bisa secara cepat menemukan informasi tempat dimana menawarkan vaksin tersebut. Adanya portal ini seharusnya juga menurunkan jumlah hoax seputar kesehatan yang sering tersebar melalui media online.


Share:

1 komentar

  1. Literasi tentang kesehatan sangatlah penting mengingat kondisi dewasa ini yang cukup memprihatinkan.

    Jaga kesehatan selalu ya mas, tanks for sharing

    BalasHapus