TITAH BERTUAH

Ada saat dimana angin selalu memberi warna
Warna akan malam, juga warna perasaan
Kadang pekatnya malam justru menghalangi angin untuk memberi warna
Bukan ia benci
melainkan hanya ingin menjaganya dari caci maki

Rerindang pohon tak pernah tau
apa yg dilakukan oleh pekat malam
Ia hanya tau bahwa mereka sedang dalam suasana kelam

Lalu kapan engkau wahai malam akan berterus terang?
Apakah selamanya akan diam ketika sang pohon semakin berujar tajam?

Waktu tak akan pernah mau berhenti untuk menunggu
Ia punya kewajiban akan titah Tuhan
Kewajiban yg membuatnya dicerca juga dipuja
Tapi ia selalu patuh karena ia tak mengenal rasa mengeluh

Diam
Sunyi kini engkau melangkah menuju ke segala arah
Seolah senantiasa merendah
dengan segala berkah
yang Tuhan sematkan dalam tiap arwah

Kaohsiung
dR.

Share:

0 komentar