DIA IBUKU

Ibu itu......
Orang yang sangat peduli terhadap kebersihan dan kerapihan. Ketika kamarku berantakan karena sedang menulis penelitian atau sedang belajar menyiapkan ujian, maka paginya pasti selalu ditegur. Walaupun begitu, ibu tidak akan marah, karena tau anaknya sangat tidak sempat untuk membereskannya karena harus beranjak sekolah segera.

Ibu itu.......
Orang yang tekun beribadah serta gemar mengingatkan orang lain untuk beribadah. Ketika tarkhim subuh berkumandang dan aku belum bangun, maka ibu pasti akan menggedor pintu kamarku untuk membangunkan dan mengajak sholat berjamaah.

Ibu itu......
Orang yang peduli terhadap pendidikan anak-anaknya. Demi biaya kuliah anak-anaknya, ibu rela tidak mengambil studi lanjut. Pun begitu dengan bapak. Ibu hanya ingin anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang baik dan bisa lebih darinya. Syukur bisa studi sampai pol.

Ibu itu........
Orang yang protektif pada anaknya. Ibu selalu mengingatkan kepada siapa kita harus bergaul, mengingatkan apa yang harus dimakan dan apa yg tidak boleh dimakan. Padahal anaknya kini sudah besar dan merantau nun jauh disana. Tapi ibu tetaplah ibuku yang dulu. Yang selalu menganggap aku adalah anak laki-lakinya yang harus senantiasa diingatkan.

Ibu itu......
Orang pertama yang mengajarkan bagaimana aku harus bersikap pada orang yang lebih tua, pada lawan jenis, serta pada yg lebih muda. Tak banyak yg ibu ajarkan, tapi yang sudah diajarkan sudah mencakup dan berfungsi untuk semua.

Ibu itu.......
Orang yang sangat hati-hati dalam memilihkan teman hidup bagi anaknya. Mungkin bagi sebagian orang, ibu ini tipikal orang yang overprotective. Tapi tidak bagiku. Ibu adalah contoh bagaimana orangtua mengambil peran dalam menentukan masa depan anaknya. 

Ibu itu.......
Contoh orang tua yang sangat sabar menghadapi jalan hidup anaknya yang sangat berliku. Juga orangtua yang sangat mengerti bagaimana kesibukan anaknya dalam studi. Ibu bisa tahan 2 minggu tidak menghubungi anaknya jikalau beliau tau bahwa anaknya sedang ada kesibukan yang menyita waktu. Komunikasi hanya di lakukan melalui media internet yang itu berarti harus mengatur kapan waktu yang tepat agar keduanya bisa saling tatap muka melakui layar elektronik.

Malam itu tak biasanya ibu meminta untuk melakukan video call terlebih dulu. Pertanyaan-pertanyaan sepele dilontarkan sebagai mukadimah obrolan online malam itu. Sampai tiba pada ucapan ibu, "Nak, ibu kini sudah beranjak sepuh. Bapakmu pun sudah memasuki masa pensiun. Ibu ingin ada teman berbagi yang bisa ibu ajak cerita kemana ia sudah merawat anak ibu".

Sederhana ucapan ibu, tapi dalam makna yang dikandungnya. Ku jawab singkat, "InshaAllah bu, segera ibu akan memiliki teman itu"

dR.




Share:

0 komentar