JIWA PASIF VS JIWA AKTIF[is]


Hari ini aku belajar bagaimana mental dari macam-macam mahasiswa di Kampus.
Sangat jelas sekali perbedaan antara mahasiswa yang sering ikut dalam organisasi dan kegiatan dengan mahasiswa yang sangat pasif di kampus.
Bagi seorang mahasiswa yang bisa dikatakan seorang aktivis Kampus dan Organisasi, begadang selama 24 jam itu sudah biasa. Harus capek dan lari sana-sini merupakan sebuah konsekuensi logis yang harus diterima. Namun bagi seorang mahasiswa yang tidak pernah mengikuti kegiatan dan organisasi, ini merupakan sesuatu hal yang dinilai sangat memberatkan.

Bagi seorang penyuka kegiatan, pelayanan terbaik terhadap tamu merupakan hal nomor satu yang wajib hukumnya didahulukan. Melebihi segala sesuatu yang ada. Baik itu harus capek maupun kehilangan banyak pulsa. Asalkan tamu yang datang puas dan senang dengan pelayanan kita, itu sudah merupakan sesuatu yang tidak ternilai harganya. Namun bagi yang pasif atau tidak pernah mengikuti kegiatan dalam Kampus, ini merupakan sesuatu yang dikesampingkan. Yang penting bagi mereka adalah saya bisa makan, saya tenang, saya tidak capek. masa' bodoh dengan tamu. Toh mereka tidak kenal dengan kita. Perbedaan cara pandang inilah yang membuatku menulis sedikit kisah yang bisa aku petik hari ini.

Bagi seorang mahasiswa yang senang dengan dunia organisasi, pemikiran akan hasil yang akan diperoleh dimasa yang akan datang merupakan hal yang lumrah. Mereka percaya bahwa segala sesuatu yang dilakukan saat ini, akan memberikan sebuah feedback keuntungan bagi dirinya, walaupun itu nanti.

Berbeda dengan mahasiswa pasif, mereka hanya berpikiran untuk mendapatkan hasil itu harus secara instan. Apa yang mereka lakukan sekarang berarti hasilnya harus nampak sekarang juga. Hitung-hitungan akan tenaga dan pikiran yang dikeluarkan merupakan hal yang lumrah terjadi bagi seorang mahasiswa pasif.

Terimakasih Tuhan, Engkau telah memberikanku kesempatan untuk banyak belajar mengenai arti hidup ini.

dR.

*Gambar dari sini

Share:

0 komentar