MELAWAN ARUS

Gambar Ilustrasi Mengajar (Sumber : Dokumen Pribadi)
Dosen saya yang satu ini memang beda dengan lainnya. Ia adalah padanan yang pas antara akademisi dan praktisi. Ia menghabiskan seperempat abad di Amerika untuk meraih gelar doktor hingga menjadi pengajar disana. Namun ia sadar bahwa selalu ada jalan pulang untuk membangun negeri sendiri.

Ia pun pulang meninggalkan semua yang ia punya di negeri paman sam. Menjadi pengajar yang kala itu masih menjadi negeri berkembang, tentu tidak memberikan pendapatan yang sepadan baginya, apalagi jika dikomparasikan dengan sebelumnya. Ia tak lantas berdiam diri, sembari menjadi pengajar, ia membangun usahanya menjadi seorang konsultan. Tak pelak, perusahaannya langsung menjadi "incaran" perusahaan-perusahaan disini guna menjadi "partner" mengembangkan usaha mereka. Perpaduan antara teori-teori akademis dan analisis praktis, membuatnya banyak disukai dan dipakai oleh perusahaan-perusahaan multinasional. Bahkan hingga saat ini.

Di dalam kelas, ia mengajarkan tak hanya sekedar teoritikal semata. Ia ingin, setiap bait teori yang ia ajarkan, bisa dipraktekkan secara riil oleh mahasiswanya. Tak ayal ini membuat mahasiswanya kalang kabut. Tak pernah terbayang sebelumnya, dalam kurun waktu 2 bulan, harus membuat perusahaan start-up (walau skala kecil), dan harus running secara nyata. Cash flow-progress-business model semua harus dilaporkan dan dipresentasikan.

Saya sendiri menyenangi model pembelajaran yang seperti ini, karena lebih cepat dipahami. Diluaran sana, orang dengan mudahnya mencemooh perusahaan-perusahaan startup yang dimulai dari ide-ide yang bisa dikatakan tidak diterima nalar kebanyakan pada waktu itu. Namun siapa yang menyangka, ide-ide ini tumbuh dan berkembang, disemai dengan berbagai penghargaan sebagai tuah atas kerja keras dan keuletannya. Tokopedia, Kitabisa, washup, adalah beberapa contohnya.

Terkadang, untuk menjadi besar, kita harus keluar dari pakem dan kotak (bahkan tak jarang melawan arus trend), agar ide-ide tersebut bersemi bak jamur dimusim hujan.


Share:

0 komentar