SURYANING ATI

Ibu Aku Kangen

Kangen ketika engkau menggendongku
dengan segenap cinta dan kasih sayang
dengan senyum tanpa pamrih

Ibu Aku Kangen
Kangen ketika engkau menciumku sebelum tidur
dengan harapan aku bisa terlelap
dalam masa pertumbuhanku

Ibu Aku Kangen
Kangen dengan kemurahan hatimu
yang selalu menerima keluh dan peluhku dengan senyum dan kebijaksanaanmu

Ibu Aku Kangen
Tiada yang bisa menggantikanmu
Ketika aku mendapat ujian hidup
Engkau yang selalu menguatkan
Engkau yang selalu berkata "Nak, Gusti Mboten Sare"

Ibu
Jikalah ada sesuatu yang bisa menggantikan peranmu, maka itu bukanlah sebuah mukjizat
Melainkan sebuah kebohongan

Ibu
Aku ingin bicara
Berdua saja denganmu
Mencurahkan semua isi hati
Yang tak kunjung mendapatkan ketetapan diri
Dalam menjalani laku Illahi

Ibu
Sebentar lagi puasa
Masih terngiang seolah baru kemarin
Engkau selalu menasehati tentang agungnya ramadhan Tuhan
yang kerap dijadikan batu loncatan
guna merengguk nikmatnya nirwana

Ibu
Ibu masih disana kan?
Ibu sehat-sehat saja kan?
Ananda kangen
Tunggulah sebulan lagi ibu
kelak padamu bhakti ini tercurah

Wufeng, 13 Sya'ban 1435 H

dR.



Share:

1 komentar