DIPLOMASI FASHION PARA CAPRES DAN CAWAPRES DI PEMILU 2019

Kandidat Capres dan Cawapres 2019 (Foto : tangerang7.com)
Dulu saat pemilu tahun 2014, saya pernah menulis artikel tentang fashion yang digunakan oleh Jokowi dan Prabowo saat keduanya beradu gagasan di panggung debat. Namun di artikel kali ini saya mencoba membahas cawapresnya juga. Ini menarik, karena keempat tokoh ini mewakili fashion dan segmentasi pemilihnya masing-masing. Fashion ini menjadi ciri khas yang mudah diingat dan dikenali oleh publik luas. Dalam dunia marketing, packaging juga menjadi salah satu unsur penting agar konsumen tetap loyal dengan suatu produk ditengah munculnya produk-produk baru lainnya.


1.Jokowi

Sejak muncul di publik, Jokowi tidak banyak berubah dalam urusan fashion. Ia masih lebih sering menggunakan baju kemeja putih polos yang digulung sedikit lengannya. Penggulungan lengan kemeja ini dimaknai sebagai tanda kerja, kerja, kerja, sesuai dengan nama kabinet yang ia pimpin selama kurun waktu 5 tahun terakhir ini.

Penggunaan baju kemeja putih ini juga bisa dimaknai sebagai tanda kesederhanaan. Memang dibandingkan presiden terdahulu, Jokowi termasuk salah satu presiden yang paling simpel dalam urusan fashion sehari-hari. Penggunaan kemeja putih ini berhasil menarik simpati publik. Jokowi dicitrakan sebagai sosok yang sederhana, tidak neko-neko dan njawani

Sesekali Jokowi muncul dengan gaya yang lebih abege seperti penggunaan jaket model baseball yang banyak bordirannya. Namun menurut saya pribadi, untuk hal ini Jokowi kurang pas. Entah siapa penata gayanya. Namun agaknya ini terlalu dipaksakan dan entah apa tujuannya. Jika tujuannya untuk meraup suara pemilih milenial, fashion seperti ini rasanya kurang bisa jadi magnet yang kuat, mengingat anak milenial lebih selektif dan obyektif dalam menilai urusan fashion. Sehingga, penggunaan fashion yang kurang pas justru bisa berimbas sebaliknya.

2.Ma’ruf Amin

Sesuai dengan ketokohannya, maka fashion yang ia kenakan juga menyesuaikannya. Beliau adalah Kyai kharismatik yang sudah malang melintang dalam dunia keulamaan di Indonesia. Dan seperti Kyai kebanyakan di Indonesia, maka fashion yang dikenakan adalah baju taqwa lengan panjang dengan kombinasi sarung dan mengenakan peci. 

Di beberapa kesempatan yang berbeda, beliau mengenakan Jas yang dipadukan dengan sarung. Mengapa tetap sarung yang beliau pakai walaupun mengenakan jas? Sarung adalah identitas seorang santri dalam tradisi pesantren di nusantara. Dan beliau adalah seorang Kyai, sehingga mengenakan sarung sudah menjadi fashion yang sangat melekat dalam kehidupan beliau.

Segmentasi pemilih yang diraih dari fashion jenis ini adalah kaum santri. Jumlahnya memang tidak sebanyak kaum muda milenial, namun cukup bisa membantu dalam hal elektabilitas. Setidaknya citra sebagai ulama terjaga dengan tetap mengenakan fashion jenis ini.

3.Prabowo

Dikarenakan Prabowo berasal dari latar belakang militer, maka sudah bisa dipastikan bahwa fashion yang dipakainya tidak akan jauh-jauh dari nuansa heroisme dan sedikit ke arah army uniform yang tentunya sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Sejak muncul pertama kali dalam pemilu 2009, fashion yang dipilih oleh Prabowo tidak berubah. Ia lebih senang dengan pakaian safari berwarna krem muda dengan kantong berjumlah empat buah. Baju ini mirip dengan fashion yang sering dikenakan oleh Soekarno. Bedanya dulu Soekarno memakai yang versi Jas.

Penggunaan fashion ini bisa jadi untuk mencitrakan ketegasan dan semangat patriotisme yang memang menjadi ciri khas orang-orang berlatarbelakang militer. Ini menjadi penting karena menjadi seorang pemimpin harus memiliki setidaknya kedua sifat tersebut. Ketegasan memang tidak selalu dicitrakan melalui fashion, namun penggunaan fashion yang tepat akan sedikit banyak mempengaruhi sifat-sifat dari si pemakainya.

Di beberapa kesempatan, Prabowo menambahkan aksesoris topi dan sepatu layaknya koboi dari Texas. Seperti yang kita ketahui bersama, Prabowo adalah penggemar olahraga berkuda. Ia memiliki peternakan kuda di kediamannya di Hambalang dan menjadi pembina olahraga Polo di Indonesia. Sehingga wajar jika ada tambahan aksesoris dari hobinya tersebut.

Dari fashion ini, Prabowo sepertinya menyasar publik secara umum, selain juga para purnawirawan tentara. Ia seperti ingin menyampaikan pesan bahwa menjadi seorang pemimpin memerlukan ketegasan dan keyakinan yang kuat. Dan ia adalah salah satu yang masuk dalam kriteria tersebut. Atau bisa jadi, fashion ini sebenarnya tanpa tujuan tertentu, tapi lebih karena sudah menjadi kesehariannya mengenakan fashion jenis ini. Jika dilihat dari video-video yang pernah dirilisnya, maka meja kerjanya sangat kental dengan nuansa militeristik dan ketegasan. Jadi wajar jika fashion yang ia kenakan seperti itu, selain karena sudah puluhan tahun berjibaku dalam dunia militer yang saklek.

4.Sandiaga Uno

Sebagai seseorang yang berlatarbelakang pengusaha dan merupakan kandidat paling muda diantara semuanya, maka Sandiaga lebih memilih fashion yang elegan. Dalam hal fashion, Sandiaga cukup banyak mengenakan pakaian yang berbeda dan disesuaikan dengan acara yang ia datangi. Namun kebanyakan, ia lebih sering memakai kemeja berbagai warna cerah dengan model slim fit dan celana berbahan semi bahan. Selain itu ia juga tampak lebih sering memakai kaos berkerah model polo. Dalam bahasa pergaulan, bisa dikatakan ia adalah kandidat ‘paling anak muda banget’. Selain karena fashion yang ia pakai selalu pas dengan momennya, juga karena ia memiliki badan yang cukup atletis walaupun umurnya sudah 50 tahun.

Wajar saja saat ia datang ke berbagai lokasi, ia banyak dikerubungi kaum muda milenial dan ibu-ibu. Perawakannya yang tinggi, membuat semua jenis fashion selalu nampak sesuai dengannya. Saat berolahraga, tampak sekali jika memang bentuk badannya dijaga dengan ketat, baik asupan gizinya, maupun jenis latihannya agar selalu tampak ‘atletis’.

Melalui fashion ini, sudah bisa ditebak jika segmen pemilih yang ia targetkan adalah generasi milenial dan ibu-ibu. Jumlah generasi milenial di Indonesia cukup banyak, berkisar di angka 15-18% dari keseluruhan populasi di Indonesia. Ini adalah salah satu ceruk pemilih potensial yang bisa menaikkan elektabilitasnya sebagai cawapres.

Saat menghadiri debat, ia memilih mengenakan setelan jas resmi dan berdasi. Baginya yang memang mengenyam pendidikan barat dan memiliki latarbelakang pengusaha, tentu ini bukanlah hal baru dan asing. Dan betul saja, ia nampak pas mengenakan fashion ini sehingga muncul kharismanya sebagai seorang teknokrat cum pebisnis.

***


Pemilihan Presiden adalah acara 5 tahunan guna mencari pemimpin Indonesia yang bisa membawa perubahan secara nyata. Ada banyak indikator dan kriteria untuk memilih presiden yang baik. Selain integritas, pengalaman, dan intelektualitas, juga latar belakang dari si calon tersebut. Dan tentu saja fashion bukanlah salah satu diantara semuanya. Namun melalui fashion, orang bisa mengirimkan suatu pesan kepada orang yang melihatnya. Ini menjadi penting, karena dalam dunia diplomasi, pemakaian simbol-simbol (yang salah satunya diekspresikan melalui fashion) perlu untuk menegasikan tujuan kita agar bisa dicapai. Dalam pengertian lain, pemakaian simbol ini sebenarnya untuk mengirim pesan ke alam bawah sadar orang yang kita tuju agar memiliki persepsi-persepsi tertentu sesuai dengan apa yang kita inginkan. 

Share:

0 komentar