TERMINOLOGI ANAK PANAH

Banyak kejadian yang terjadi selama beberapa bulan ini. Banyak tawa, sedih, dan air mata yang mengalir. Banyak juga hikmah dan karunia yang bisa diperoleh. Namun pernahkah kita berpikir mengenai makna sebuah kegagalan?

Selama ini mungkin kita hanya berprasangka negatif ketika mendapati sebuah kegagalan. Namun pernahkah kita berpikir mengenai rencana Tuhan dibalik kegagalan itu? Cobalah luangkan sedikit waktumu untuk merenung memaknai kegagalan yang kamu dapati serta cari hikmah dibalik itu semua. Kamu akan tertawa ketika kamu sudah menjalani masa depan dari kegagalan itu sendiri.

Cara Tuhan itu unik untuk membuat hamba-Nya sadar dan tidak sombong terhadap duniawi. Semua ini hanya sebuah titipan yang kelak akan ia ambil. Namun percayalah bahwa setiap yang kamu lakukan pasti akan memiliki dampak, baik itu negatif maupun positif. Tuhan tidak akan membiarkan hamba-Nya terjerumus dalam jurang putus asa jika hamba-Nya memiliki semangat serta pikiran positif tentang skenario Tuhan tersebut.

Dalam perenungan terhadap apa yang terjadi pada diri penulis beberapa bulan ini, penulis mencoba berdiskusi secara imajinatif terhadap diri sendiri untuk mencari jawaban itu. Penulis juga berdiskusi dengan Om Dik Doang (Presenter dan aktivis) yang dengan sabar membimbing serta mencoba membuka cakrawala penulis mengenai makna kegagalan dalam hidup yang sejatinya adalah sebuah kesuksesan 3 langkah dibanding sukses tanpa kegagalan terlebih dahulu. Berikut petikan hasil perenungan tersebut.

Pernahkah kamu mengalami suatu keadaan yang membuat hidupmu seperti ditarik mundur, jauh dari harapan?

Pernahkah kamu melihat orang-orang yang dulunya berapi-api tiba-tiba seperti kehilangan semangat bahkan lenyap dari peredaran?

Pernahkan kamu melihat atau bahkan merasakan bahwa orang-orang yang pernah kau lihat (atau bahkan dirimu sendiri) mengalami kemunduran itu, lalu tiba-tiba melesat cepat ke depan dan meraih banyak hasil?

Pasti pernah, bukan?

Kita seperti anak panah di tanganNYA..!

Ada masa-masa anak panah itu melesat cepat terlepas dari busurnya menuju sasaran yang dimaksudkan.

Ada masanya anak-anak panah itu harus istirahat dalam kantong-Nya.

Namun di saat yang diperlukan, anak panah itu akan dipasang dalam busur-Nya ditarik kebelakang..

Sejauh mungkin untuk mencapai suatu sasaran.

Semakin jauh tarikannya, semakin jauh pula jarak yang akan ditempuh.

Semakin panjang rentang busur menarik ancang-ancang, makin cepat pula anak panah itu melesat.

Jadi...

Jika kau seperti dalam keadaan yang mundur, bersabarlah :

Mungkin Tuhan tengah meletakkanmu di busur-Nya.

Menarikmu jauh-jauh ke belakang, agar di saat kau dilepaskan, kau memiliki daya dorong yang kuat untuk mencapai sasaran.

Dan jika kau melihat seorang teman seperti tengah mengalami kemunduran, jangan buru-buru menghakimi dengan mengatakan

'Apinya telah padam'

Jadilah teman yang baik, yang mendampingi di saat temanmu sedang 'dimundurkan' karena dengan demikian kau ikut menjaganya agar tidak sampai putus asa dan terkulai.

Kamu, aku, dia, mereka... adalah anak-anak panah ditanganNYA.

Hidup untuk mencapai suatu sasaran yang sudah ditetapkan.
Tetaplah semangat, tetaplah bersabar, karena semua akan indah pada waktuNYA



*Terimakasih Om Dik yang sudang meluangkan waktunya untuk berdiskusi
*Jakarta-Purwakarta-Lampung
* Gambar dari sini

dR.

Share:

2 komentar

  1. semua indah pada waktunya..
    ya.. seperti itu jg kata2 orang2 tua..

    heheheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe...........
      Tinggal menunggu waktu

      Hapus